Gangguan Tidur: Mimpi Buruk dan Teror Tidur
Sebenarnya tidur itu relatif peka
terhadap setiap macam gangguan emosi yang mungkin dialami oleh individu, dan
gangguan-gangguan pada pola tidur, merupakan petunjuk paling dini akan
meningkatnya tegangan emosii. Meskipun kebiasaan-kebiasaan tidur setiap
individu berbeda, tetapi gejala-gejala tidur tertentu dapat diketahui dengan
jelas sebagai sebuah gangguan. Diantaranya adalah mimpi buruk dan teror tidur.
- Mimpi Buruk (Nightmares)
Gambaran klinis berikut adalah
esensial untuk diagnosis secara pasti terhadap mimpi buruk, yaitu:
Terbangun dari tidur malam
atau tidur siang berkaitan dengan mimpi yang menakutkan yang dapat diingat
kembali secara terperinci dan jelas (vivid), biasanya perihal ancaman
kelangsungan hidup, keamanan atau harga diri; terbangunnya dapat terjadi kapan
saja selama periode tidur, tetapi yang khas adalah pada paro kedua masa tidur.
Pada anak, setelah mimpi buruk setelah menceritakan mimpinya biasanya tidur
kembali setelah ditenangkan oleh orang tuanya.
Setelah terbangun dari
mimpi yang menakutkan, individu segera sadar dan mampu mengenali lingkungannya.
Pengalaman mimpi itu dan
akibat dari tidur yang terganggu, menyebabkan penderitaan yang cukup berat bagi
individu.
- Terror tidur (night terrors)
Teror tidur (night terrors)
adalah keadaan menakutkan yang muncul selama tidur, disertai dengan teriakan,
keluarnya keringat, memukul-mukul, menangis, atau bahkan halusinasi.
Teror tidur dan somnambulisme sangat
berhubungan erat, keduanya mempunyai karakteristik klinis dan patofisiologis
yang sama. Individu jarang sadar secara spontan dan bahkan ketika setengah
sadar ia tidak mengenal keadaan disekitarnya dan tidak dapat ditenangkan selama
serangan itu masih berlangsung.
Gambaran klinis teror tidur sebagai
berikut:
Gejala utamanya yaitu satu
atau lebih episode bangun dari tidur, mulai dengan berteriak karena panic,
disertai anxietas (kecemasan) yang hebat, seluruh tubuh bergetar dan hiperaktivitas
otonomik seperti jantung berdebar-debar, napas cepat, pupil melebar dan
berkeringat.
Episode ini dapat berulang
dan lamanya setuap episode berkisar 1-10 menit, dan biasanya terjadi pada
sepertiga awal tidur malam. Relatif tidak bereaksi
terhadap berbagai upaya orang lain untuk mempengaruhi keadaan teror tidurnya,
dan kemudian dalam beberapa menit setelah bangun biasanya terjadi disorientasi
dan gerakan-gerakan berulang. Ingatan terhadap kejadian,
kalaupun ada sangat minimal (biasanya terbatas pada satu atau dua bayangan yang
terpilah-pilah). Tidak ada bukti gangguan
organic.
- Penyebab :
Kedua macam gangguan tidur tersebut
diatas biasanya berkaitan dengan pengalaman-pengalaman yang menimbulkan
tegangan dalam pola hidup atau kegiatan individu sehari-hari. Mungkin kedua
macam gangguan tidur itu secara tidak teratur sebagai respon terhadap peristiwa
tertentu yang mengganggu atau mungkin juga terjadi berulang-ulang dan rupanya
berputar sekitar konflik atau keadaan emosi tertentu.
- Perawatan
Beberapa ahli klinik berpendapat bahwa
penyebab utama mimpi yang mengerikan adalah hipoglisemia (hypoglycemia)
--- kadar gula rendah dalam darah --- dan melaporkan keberhasilan dalam
perawatannya dengan menambah karbohidrat pada makan malam atau sebelum pergi
tidur.